Merupakan
saat – saat yang paling di tunggu – tunggu. Sesuatu yang berdampak bbesar
terhadap masa depan. Yang bisa membawa semua kedalam kejayaan dan keterpurukan.
Sebuah rangkaian peristiwa yang menjadi momok bagi seluruh pelajar sejagat raya,
Ujian Akhir Semester, yang biasa disingkat menjadi UAS. Finals, dalam Bahasa Inggris,
merupakan suatu kegiatan penilaian terhadap apa yang telah mereka pelajari
selama kurang lebih 5 bulan ini. Seperti biasa, UAS memang hal yang paling
dinanti – nanti juga yang paling dibenci oleh pelajar sekalian. Mengapa? Mungkin
menantikannya untuk sekedar ingin pulang, atau memang benar – benar ingin
mengejar nilai untuk ke perguruan tinggi. Membencinya juga karena mungkin takut
menghadapi realita nilai yang akan didapat.
Namun,
bagi SMA Ar-Rohmah, UAS kali ini dirasa jauh lebih berat dari tahun lalu. Hal
tersebut tidak bisa dipungkiri, mau dari kalangan para santri maupun dari
ustadz yang berkontribusi menyelenggarakannya. Puasa, sebagai ibadah wajib
seluruh umat Muslim yang kali ini harus dirasakan ketika melaksanakan UAS.
Menahan segala bentuk hawa nafsu memang menyulitkan para santri dalam
mengerjakan, terlebih lagi bertambah kuatnya rasa lemah dan letih yang berlipat
ganda. Memang konsep berpikir Sherlock Holmes, dalam bukunya, menyatakan bahwa berpikir
akan lebih mudah dan lancar disaat perut kosong. Namun, tetap saja menjadi
ringtangan besar bagi pelajar, tidak hanya santri, melainkan siswa pada
umumnya.
Selain
itu, adanya UAS disaat bulan Ramadhan membuat sulitnya menambah ibadah
dibandingkan pada bulan – bulan sebelumnya. Bulan Ramadhan memang merupakan
bulan yang istimewa, dibuktikan oleh banyak sekali hadis serta ayat Al – Quran yang
menjelaskan mengenai perkara ini. Maka dari itu, perbanyaklah amalan ibadah di
bulan tersebut agar mendapatkan ridha serta ampunan dari Allah SWT. Namun,
dengan adanya UAS, fokus dalam melaksanakan ibadah jadi lebih terganggu. Yang bisa
melakukan hal yang lebih jadi harus mengkhawatirkan UAS.
Meskipun
begitu, umat Muslim, khususnya belajar, harusnya bersyukur masih bisa bertemu kembali
dengan bulan Ramadhan. Harusnya bisa lebih bertawakkal akan keadaan yang
menimpa. Karena, sebenarnya Allah SWT tidak akan memberikan ujian yang tidak
bisa ia atasi. UAS dijadikan suatu pondasi untuk masa depan yang lebih baik,
bukan berupa nyamuk aedes pengganggu, atau layaknya jurang tak berdasar yang
harus dihindari. Puasa masih tetap jalan, UAS gas kan.
Maka
dari itu, Alhamdulillah, dari hari senin hingga jum’at ini, kami telah
melaksanakan UAS. Semuanya berjalan dengan lancar, berkat izn Allah serta semua
pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaannya. Harapan kami ialah pihak sekolah
dan pemerintah lebih emerhatikan keadaan para pelajar dalam menghadapi UAS
serta puasa. Jikalau memungkinkan, sekolah diliburkan disaat bulan Ramadhan dan
UAS dilaksanakan sebelumnya. Hal ini agar nilai UAS yang didapat lebih optimal
dan agar bisa lebih fokus dalam melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadhan.
Syukron.
0 Komentar