Finals is On!


Merupakan saat – saat yang paling di tunggu – tunggu. Sesuatu yang berdampak bbesar terhadap masa depan. Yang bisa membawa semua kedalam kejayaan dan keterpurukan. Sebuah rangkaian peristiwa yang menjadi momok bagi seluruh pelajar sejagat raya, Ujian Akhir Semester, yang biasa disingkat menjadi UAS. Finals, dalam Bahasa Inggris, merupakan suatu kegiatan penilaian terhadap apa yang telah mereka pelajari selama kurang lebih 5 bulan ini. Seperti biasa, UAS memang hal yang paling dinanti – nanti juga yang paling dibenci oleh pelajar sekalian. Mengapa? Mungkin menantikannya untuk sekedar ingin pulang, atau memang benar – benar ingin mengejar nilai untuk ke perguruan tinggi. Membencinya juga karena mungkin takut menghadapi realita nilai yang akan didapat.

Namun, bagi SMA Ar-Rohmah, UAS kali ini dirasa jauh lebih berat dari tahun lalu. Hal tersebut tidak bisa dipungkiri, mau dari kalangan para santri maupun dari ustadz yang berkontribusi menyelenggarakannya. Puasa, sebagai ibadah wajib seluruh umat Muslim yang kali ini harus dirasakan ketika melaksanakan UAS. Menahan segala bentuk hawa nafsu memang menyulitkan para santri dalam mengerjakan, terlebih lagi bertambah kuatnya rasa lemah dan letih yang berlipat ganda. Memang konsep berpikir Sherlock Holmes, dalam bukunya, menyatakan bahwa berpikir akan lebih mudah dan lancar disaat perut kosong. Namun, tetap saja menjadi ringtangan besar bagi pelajar, tidak hanya santri, melainkan siswa pada umumnya.

Selain itu, adanya UAS disaat bulan Ramadhan membuat sulitnya menambah ibadah dibandingkan pada bulan – bulan sebelumnya. Bulan Ramadhan memang merupakan bulan yang istimewa, dibuktikan oleh banyak sekali hadis serta ayat Al – Quran yang menjelaskan mengenai perkara ini. Maka dari itu, perbanyaklah amalan ibadah di bulan tersebut agar mendapatkan ridha serta ampunan dari Allah SWT. Namun, dengan adanya UAS, fokus dalam melaksanakan ibadah jadi lebih terganggu. Yang bisa melakukan hal yang lebih jadi harus mengkhawatirkan UAS.

Meskipun begitu, umat Muslim, khususnya belajar, harusnya bersyukur masih bisa bertemu kembali dengan bulan Ramadhan. Harusnya bisa lebih bertawakkal akan keadaan yang menimpa. Karena, sebenarnya Allah SWT tidak akan memberikan ujian yang tidak bisa ia atasi. UAS dijadikan suatu pondasi untuk masa depan yang lebih baik, bukan berupa nyamuk aedes pengganggu, atau layaknya jurang tak berdasar yang harus dihindari. Puasa masih tetap jalan, UAS gas kan.

Maka dari itu, Alhamdulillah, dari hari senin hingga jum’at ini, kami telah melaksanakan UAS. Semuanya berjalan dengan lancar, berkat izn Allah serta semua pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaannya. Harapan kami ialah pihak sekolah dan pemerintah lebih emerhatikan keadaan para pelajar dalam menghadapi UAS serta puasa. Jikalau memungkinkan, sekolah diliburkan disaat bulan Ramadhan dan UAS dilaksanakan sebelumnya. Hal ini agar nilai UAS yang didapat lebih optimal dan agar bisa lebih fokus dalam melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadhan.

Syukron.

0 Komentar